Paket Umroh Desember 2014 s/d Maret 2015
Paket Umroh Desember 2014 s/d Maret 2015
Info & Pendaftaran :
PT. Baitul Izza Universal
Head Office :
Jl. Raya Pondok Kelapa. Blok A/12. No. 5 A
Jakarta Timur 13460
Phone : 021 - 7024 0862 / 7024 0863
Contact Person : M. Jamil Reza (081388976158)
Atau Anda bisa mendaftar secara Online melalui form dibawah ini :
PROMO PERWAKILAN BAITUL IZZA
Hanya Dengan Rp. 6.000.000,- Anda sudah bisa mendaftar sebagai Perwakilan Kami.
Fasilitas yang di dapat sebagai berikut :
1. Nomor Perwakilan + Voucher Umrah US$ 280.
2. Website Promosi Domain ditentukan perusahaan Baitul Izza.
3. 1 Paket contoh perlengkapan Umrah.
4. 1 Spanduk.
5. 1 X.Banner.
6. 20 lembar brosur.
7. 20 lembar brosur promo.
8. 5 buah Formulir.
9. Pelatihan Marketing, Management dan Strategi Handling.
Info & Pendaftaran :
PT. Baitul Izza UniversalHead Office :
Contact Person : 081388976158 (M. Jamil Reza)
Fasilitas yang di dapat sebagai berikut :
1. Nomor Perwakilan + Voucher Umrah US$ 280.
2. Website Promosi Domain ditentukan perusahaan Baitul Izza.
3. 1 Paket contoh perlengkapan Umrah.
4. 1 Spanduk.
5. 1 X.Banner.
6. 20 lembar brosur.
7. 20 lembar brosur promo.
8. 5 buah Formulir.
9. Pelatihan Marketing, Management dan Strategi Handling.
Info & Pendaftaran :
PT. Baitul Izza UniversalHead Office :
Jl. Raya Pondok Kelapa. Blok A/12. No. 5 A
Jakarta Timur 13460
Phone : 021 - 7024 0862 / 7024 0863
Contact Person : 081388976158 (M. Jamil Reza)
Al-Sayedah kampung miskin yang berjarak satu kilometer dari Masjidil Haram, Sebuah Ironi Kemiskinan Kota Mekah
Itulah gambaran perkampungan di Pegunungan Al-Sayedah. Permukiman penduduk yang menjadi ironi negeri kaya raya Arab Saudi. Telah empat dekade kampung di Negeri Petro Dolar itu tak tersentuh program pembangunan pemerintah Kota Mekah.
Tak mudah menjangkau kampung itu. Jalanannya berukuran sempit. Sudah begitu, terjal pula. Tak banyak jalan beraspal. Sebagian bahkan berbatu. Oleh sebab itulah truk-truk sampah sulit menjangkau daerah ini.
Warga di kampung itu juga sulit membangun rumah. Sebab, tak ada kendaraan yang sanggup mengantar material hingga ke halaman. Inilah yang dialami oleh Ahmad Musa, warga kampung itu yang telah berusia tujuh puluh tahun.
“Jalan paling dekat berjarak 200 kaki. Itulah sebabnya saya sangat lama menyelesaikan pembangunan rumah,” kata Musa dikutip Saudi Gazette, Selasa 20 Mei 2014. Sudah tiga tahun pembangunan rumah itu dilakukan Musa. Namun tak juga kelar.
Keluhan lain disampaikan oleh Mikhrash Atiyah yang telah tinggal di kampung ini selama tiga puluh tahun. Dia selalu merasa menderika jika bepergian. Sebab dia harus naik dan turun bukit dengan berjalan kaki.
Satu-satunya penghibur hati bagi Mikhrash dan penduduk lainnya adalah kampung mereka dekat dengan Masjidil Haram dan Kabah. Memang, jarak kampung ini dengan Masjidil Haram hanya satu kilometer saja.
Kisah memprihatinkan datang dari Hassan Atiyah. Lelaki ini selama tujuh belas tahun harus menggendong anak perempuannya yang cacat ke rumah sakit. “Ini sangat sulit untuk berjalan kaki. Saya tidak tahu berapa lama lagi saya mampu melakukan ini,” ujar Hassan.
Pemerintah Kota Madya Mekah mulai mengaspal sebagian jalan di perkampungan bukit itu. Namun sayang, tak dilengkapi pagar di kanan kiri jalan. Sehingga jalan yang sudah mudah dilalui itu akan bertambah berbahaya. Sehingga pengguna jalan bisa saja terperosok ke jurang.
Masalah selalu bertambah saat Ramadan dan musim haji. Sebab, tak ada lagi mobil-mobil tangki yang sudi mengantar air ke sini. Tangki-tangki itu tak mau ambil risiko tinggi mendaki jalan Pegunungan Sayedah dan memilih melayani penduduk di kota-kota.
Karena itulah penduduk kampung di Pegunungan Sayedah memilih membayar kuli untuk mengantar galon-galon air ke rumah mereka. Tentu pilihan ini akan menguras pundi-pundi uang mereka.
Juru Bicara Kota Mekah, Usama Zaytouni, mengatakan pemerintah telah berencana untuk membangun seluruh wilayah yang belum tersentuh pembangunan di wilayah Mekah, termasuk perkampungan di Pegunungan Sayedah ini.(dream)
Cara Kreatif Warga Saudi Sedekahkan Makanan Sisa
Cara Kreatif Warga Saudi Sedekahkan Makanan Sisa
Seorang warga Saudi di kota Hail menempatkan kulkas di depan rumahnya dan mendorong penduduk daerah tersebut untuk menyumbangkan sisa makanan mereka untuk membantu orang-orang yang membutuhkan.
Syaikh Muhammad Al Arifi menegaskan hal ini dalam sebuah tweet di akun Twitter resminya, Kamis lalu dengan mengatakan, “Saya selalu mengatakan bahwa orang Hail itu dermawan. Seorang pria menempatkan lemari es di depan rumahnya untuk menampung sisa kelebihan makanan; tindakan langsung dari amal bagi yang membutuhkan. Oh, betapa aku mencintaimu Hail!”
Tweet Syaikh Muhammad Al Arifi itu mendapat sambutan luar biasa dari para pengikutnya di Twitter yang di-retweetlebih dari 5.000 kali, Akhbaar24 melaporkan.
Pengguna Twitter yang berterima kasih kepada Al-Arefe untuk posting tentang tindakan amal dan berharap hal itu menjadi contoh bagi orang lain.
Mereka mengungkapkan kebahagiaannya atas kemurahan hati rakyat Hail dan memuji sebagai ide bagus.(fimadani)
Langganan:
Postingan (Atom)


















